BLACKHEAD's KENNEL Terakhir diubah: 11 April 2014   
 
Headline News
SE.ASIA IPO CHAMPIONSHIP 2013 (17.12.2013)
ANDVANCE IPO WORKSHOP WITH FRANK ROTTLEB (29.11.2013)
BART BELLON DI INDONESIA (16.03.2013)
Articles
INFORMASI PENTING PERUBAHAN PERATURAN FCI UNTUK ANJING KERJA
WAWANCARA MAJALAH DER GEBRAUCHSHUND DENGAN JENNY SEEFELD PEMENANG BSP 2011 (12.04.2012)
PELATIH ANJING YANG MENJADI SOROTAN (20.12.2010)
Last Comment
  Liman - 2014-04-11 14:48:08
@shierlly: jual
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 14:40:10
@Dila: tidak se
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 14:10:34
@jamie: kadang-
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 14:06:58
@kartika: perta
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 14:03:08
@palupy: anjing
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 12:59:08
@aden: mono ada
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 12:56:55
@herna: 1. saya
selanjutnya...
 
  Liman - 2014-04-11 12:50:01
@Vella: pom bia
selanjutnya...
 
 
Articles

WAWANCARA MAJALAH DER GEBRAUCHSHUND DENGAN JENNY SEEFELD PEMENANG BSP 2011 (12.04.2012)

Click to Enlarge

Oleh Jürgen Rixen
Anjing Yang Memberikan Banyak Pembelajaran!

DGH: Bagaimana anda bisa bergelut dalam dogsport?
Jenny Seefeld (J.S): Ketika saya berumur 13 tahun, pada saat natal saya mendapatkan hadiah seekor anjing peranakan Rottweller dan Anjing penggembala, Dia diberi nama Asta.

DGH: Apakah anjing itu adalah hadiah yang anda minta ketika natal?
J.S: Dulu ketika saya berusia 5 atau 6 tahun, saya sering bermain dengan anjing tetangga yang bernama Gassi. Ayahku tidak terlalu suka dengan binatang, karena tidak mau repot untuk mengurusnya. Akan tetapi setelah ayah melihatku sangat senang bermain dengan anjing tetanggaku, ayah mulai berubah pikiran. Di dekat tempat tinggal keluarga kami antara Berlin-Rudow ada perkumpulan anjing. Saya bersama Asta bergabung. Dari sinilah kami mulai berlatih dan serius mengikuti dogsport.

DGH: Menurutmu apakah Asta cocok dengan bidang ini?
J.S: Sebetulnya tidak. Saya telah membuat SchH A dengan Asta. Berlatih mencari jejak tidak pernah kami lakukan karena tempat berlatih yang jauh dari tempat tinggal kami, dan saya tidak memiliki kendaraan pada saat itu.

DGH: Sesungguhnya memang tidak mudah menemukan tempat yang luas untuk berlatih mencari jejak di Berlin, karena lahan yang terbatas.
J.S: Ya, betul sekali. Beruntung kami memiliki sedikit lahan untuk berlatih, dan jika kami tidak ke tempat itu kami pergi ke hutan. Saya juga sangat beruntung mendapatkan anjing usia enam tahun yang telah dilatih. Dengannya, Ares z Borku saya mengikuti kejuaran junior Berlin, dan selanjutnya mengikuti kejuaraan junior di Jerman Utara yang berlangsung di tempat pelatihan anjing di kota Bleckede. Saya pikir saya akan berhasil dengan baik, tapi ternyata tidak.

DGH: Apa pendapat anda tentang anak muda di dogsport?
J.S: Asta pada saat itu tidak bisa diandalkan untuk bertanding. Pada saat itu saya berpikir tidak akan pernah melanjutkan dogsport. Ares sudah terlatih lebih baik, dengannya kami mendapatkan hasil yang baik. Saya rasa hasil bersama Ares yang membuat saya bertahan di olahraga ini. Saya sangat menyayangkan melihat yang terjadi dengan para peserta yang masih muda. Mereka melewatkan kesempatan untuk menunjukkan performa terbaiknya dengan memberikan presentasi yang buruk.

DGH: Menurut anda, akankah para peserta muda bisa bertahan lama? Dan mungkinkah suatu saat nanti akan ada yang menjadi juara?
J.S: Sebenarnya kami tergabung dalam sekelompok besar pemuda, selain saya ada seorang lagi pelatih wanita, yang lainnya telah berhenti. Walaupun tidak memilik anjing, ia bisa membuktikan lulus dari semua ujian.

DGH: Bagi anda pribadi, akan seperti apa sepak terjang anda di dunia dogsport?
J.S: Di awal usia 20an, saya sedikit mengurangi aktiftas dogsport. Itu saya lakukan karena saya juga bekerja sebagai Manajer toko grosir di Hungaria. Di sana saya tinggal di sebuah daerah yang masih lapang, dan saya membawa seekor anjing penjaga, namanya Chicco von der Winerau. Kemudian terlintas begitu saja untuk berlatih bersamanya. Saya juga beruntung bisa menemukan sebuah perkumpulan yang anggotanya adalah para peserta kejuaraan dogsport.
Dari teman saya Christiane Zander di Berlin saya mendapatkan Drogan von Mark-Ottenhain, seekor anjing jantan berumur 2,5 tahun. Di Hungaria bersamanya saya melakukan SchH 1-3 dan kembali senang untuk meneruskan dogsport. Dari Lajos Vörös saya belajar untuk selalu merasa bergembira ketika bersama anjing yang kita latih.
Kami melatih berbagai macam jenis ketangkasan. Keteraturan, urutan, kedisiplinan dan masih banyak hal lainnya. Dan pada saat ini saya belum berhasil dengan baik. Ketika di Hungaria saya juga merasakan kegembiraan lain, ketika berlatih dengan menggunakan bola, kami berlatih arah tangkapan, ini sangat efektif walaupun test dengan menggunakan bola tidak dipertandingkan di kejuaraan.
Saya mengikuti Lajos sampai ke Turki, dan bekerja pada sekolah anjing di sana. Kami melatih anjing jenis Chow Chow sampai Kangal. Setelah kurang lebih empat tahun saya harus memutuskan kembali ke Berlin atau mengunjungi kawan lama Andreas Müller yang memiliki sekolah anjing di Arizona, dan pada akhirnya saya putuskan untuk bekerja bersama Andreas selama setahun di Amerika. Ketika berulang tahun saya mendapat kado istimewa seekor anak anjing Drechsler vom Korinthiakos yang nantinya akan menghasilkan keturunan Ginoginelli.

DGH: Di sekolah-sekolah anjing yang anda latih, anda tidak mengajarkan anjing untuk menjadi anjing penjaga, melainkan menjinakkan anjing untuk keperluan hewan peliharaan, yang tidak lebih dari mengajarkan duduk-berdiri saja…
J.S: justru itu yang penting.

DGH: adakah yang bisa diambil dari pelatihan ini untuk SchH-training?
J.S: Yang menarik dari pelatihan ini adalah saya bisa memperhatikan perilaku berbagai jenis anjing dari dekat, sehingga saya dapat lebih memahami tipikal berbagai macam anjing.

DGH: Sepulang dari Amerika anda kembali sebentar ke Berlin, pindah ke Rheinland dan membentuk grup yang sangat berhasil di sana.
J.S: Ya, saya bekerja sama dengan Jogi Zank. Dalam proyek itu juga beruntung saya bertemu dengan Bart Bellon yang menurut saya pendidik anjing nomer satu, ia mengajari saya banyak hal.

DGH: Artinya keberhasilan tim Jogi dan OG Köln-Poll dari kembalinya Bart melatih.
J.S : Benar sekali

DGH: apa yang telah diberikan olehnya di dogsport?
J.S: Yang telah diajarkannya sangat berpengaruh bagi saya dan skill saya. Dahulu banyak pelatih anjing yang menghindari latihan ketangkasan, sebagian hanya berlatih seperlunya. Namun ternyata semakin sering dilatih ketangkasan si anjng akan semakin terbiasa melakukannya. Hubungan antara pelatih dan anjingnya juga semakin erat. Itu yang penting bagi saya.
Sering berlatih, bercanda dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama anjing membuat hubungan pelatih dan anjing akan sangat erat, dan terjalin tim yang harmonis.

DGH: Bisakah anda sedikit bercerita?
J.S: Pada fase pertama anda harus memerintahkan anjing apa yang harus dia lakukan. Fase berikutnya berikan motivasi kepadanya. Saya sering melihat para pelatih memberikan semangat kepada anjingnya. Saya sendiri membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk mengetahui dan mempelajari metode tersebut. Seminar dari Nina Miodragovic juga menjabarkan hal senada.
Saya adalah salah satu dari sedikit pelatih yang melakukan methode tersebut, kontak batin antara pelatih dan anjing harus dilakukan seperti perlakuan dari orang ke orang bukan orang ke binatang yang dilatihnya.

DGH: Mohon jelaskan sekali lagi  bagaimana konkritnya anda melakukan hal tersebut?
J.S : Program pembentukan saya lakukan dengan anjing yang berusia mulai dari delapan atau Sembilan bulan. Yang pertama saya bentuk adalah tingkah lakunya. Saya bawa ke sebuah ruangan khusus dan memasangkannya kalung anjing khusus pelatihan, si anjing pun sepertinya langsung memahami bahwa ia dalam sebuah program pembinaan.
Pada awalnya akan sangat sulit untuk mengajar mereka. Tapi saya menganggap mengajar mereka seperti mengajar anak-anak yang sedang tumbuh kembang.

DGH: Seperti apa manfaat yang dirasakan?
J.S: Mereka lebih percaya diri ketika mencoba sesuatu yang baru.

DGH: Pada olahraga proteksi,IPO-Sport tidak terlalu berarti, karena anjing berani mencoba sendiri.
J.S: Seekor anjing haruslah aktif, itulah yang diajarkan kepada anjing-anjing muda. Ginoginelli dengan cepat mempelajari hal baru. Hal itu bukan karena bakat alaminya, melainkan hasil pelatihan yang baik.
Anjing lain yang kami latih di perkumpulan membutuhkan lebih banyak perhatian, karena latihan harus dilakukan terus berulang.
Perkenalan dengan dumble untuk melatih kemampuan membawa, dimulai pada usia anjing 14 bulan. Hal ini pun harus dilakukan dengan penuh kesabaran. Bisa saja saya tiba-tiba kehilangan motivasi untuk melatih anjing-anjing muda tadi, bila pada satu fase sulit untuk mengerti maka saya akan mencoba fase lain terlebih dulu yang dirasa lebih dapat dipahami oleh anjing yang saya latih.

DGH: Adakah tingkah laku yang diluar prediksi?
J.S: Ada, namun pelatihan yang diberikan dapat menghilangkan hal tersebut.

DGH: Pelatihan seperti apa yang dapat mebentuk perilaku yang baik?
J.S : Saya punya beberapa trik, berjalan ke belakang, berputar, posisi dan komunikasi melalui lambaian tangan dsb. Beberapa Latihan difokuskan pada tugas penjagaan, benda-benda yang menjadi objek pencarian, dan juga menggongong kepada mesin pelempar bola.
Saya membandingkan dengan metode bekerja di perusahaan, tiap bagian dan personal memiliki fungsi dan tugas masing-masing yang bila dijalankan bersinergi akan menghasilkan sesuatu yang baik.

DGH: Seberapa jauh orang dapat mebentuk perilaku anjing?
J.S: Pada tahap pertama orang harus mempelajari anjingnya. Bagaimana tipikal anjingnya dan tentukan cara berlatih yang mungkin dilakukan. Pada saat berjalan memang kadang terjadi konflik antara pelatih dan anjingya karena tidak sejalan, namun itu hal yang biasa dalam sebuah pelatihan.

DGH: Lalu bagaiamana dengan metode bina kontak? 
J.S: Pada awalnya anjing diberi pengetahuan dasar, seperti aba-aba “samping”, ketika ia sudah mulai mengerti dan merapat ke kaki kita ketika diberi aba-aba “samping” kemudian masuk ke tahap berikutnya.
Motivasi dengan suara yang tegas juga dirasakan bermanfaat. Semua rangsangan diberikan agar anjing dapat mengerti dan fokus pada aba-aba yang diberikan.
Ada beberapa yang melakukan dengan permainan bola, anjing diajar fokus mengejar bola sebagai sasaran, tapi menurut saya itu kurang efektif karena sebenarnya anjing hanya mengikuti instingnya saja.

DGH: Ketika orang melihat anjing-anjing di pertandingan orang dapat menilai bahwa yang dilakukan sesuai urutan yang diberikan.
J.S: Benar sekali!

DGH: Masih banyak tim di kejuaran-kejuaraan yang memeriksa dengan benar kapan mereka bisa membuat sudut tanpa kehilangan anjingnya. Apakah kesempurnaan tehnik merupakan hasil metode pendidikan atau hasil ketekunan berlatih?
J.S: Pelatihan dan metode pelatihan. Kami memberikan pelatihan dengan sangat konsekuen pada aspek konsentrasi anjing dan menyampingkan sementara latihan fisik. Sebagai anjing muda mereka dapat mengerti arti kalung yang digunakan. Mereka mengerti artinya bukan ‘boleh berlatih’, akan tetapi ‘harus berlatih’.
Mereka akan semakin mengerti perlahan demi perlahan dengan program yang dijalankan. Ketika rangsangan dan pelatihan serta ikatan batin telah terjalin maka klik antara pelatih dan anjing akan sulit untuk dikalahkan. Pelatih akan dengan mudah memberikan aba-aba atas apa yang harus dikerjakan oleh si anjing.

DGH: Ketika hanya berjalan-jalan ke luar, apakah kalung leher tetap dikenakan?
J.S : Ya, dan itu rasanya bukanlah hal yang menggangu.

DGH: Apakah anda memberikan ujian akhir pada pelatihan?
J.S: Kami memang membuat ujian akhir. Tujuannya untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Juri pun didatangkan dari juri kejuaraan. Agar penilaian berjalan sesuai kriteria yang ditentukan.

DGH: Apakah pelatihan ini bisa dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum kejuaraan yang sebenarnya?
J.S: Pada Pelatihan ini koreksi dilakukan hampir di semua lini, jurinya pun yang menilai datang dari berbagai tingkat. Ada apresiasi tersendiri ketika anjing dapat melakukan apa yang diperintahkan oleh pelatih. Pada pelatihan ini anda akan mendapatkan anjing yang benar-benar siap untuk mengikuti kejuaraan.
Konsentrasi adalah hal paling penting yang diperhatikan sebagai persiapan menuju kejuaraan. Sikap dasar seperti duduk, berdiri, dan sikap akhir penutupan sudah harus dikuasai. Anda dapat menggenerallisir semua kemampuan yang dibutuhkan pada pelatihan ini.

DGH: Anda sering mengikuti seminar untuk mendapat pengetahuan yang lebih, apakah pemikiran para narasumber menginspirasi anda?
J.S : Kami mecoba untuk mengambil contoh-contoh yang baik. Ada pelatih anjing yang sagat fokus pada pendidikan anjing, ia belajar, dan terus belajar sampai akhirnya tidak tahu langkah apa selanjutnya yang harus dikerjakan.
Yang lainnya justru tidak merasa nyaman dengan proses belajar. Mereka mengatakan, anjing anjingnya sudah terlahir dengan bakat alami untuk menjadi juara, tidak perlu banyak memberikan pendidikan kepada anjingnya. Menurut saya hal itu juga terlalu bodoh karena bakat dan pendidikan akan saling melengkapi. Dengan bakat yang ada, anjing akan belajar hal baru yang diberikan dari pendidikan dan dapat menyerapnya dengan mudah. Hal ini sangat penting menurut saya.

DGH: Apakah anda pernah melatih anjing penggembala jerman, dan berhasilkah anda?
J.S: Jogi Zank pernah mendapatkan Janko vom Vorwerkswald, ayah dari anijing saya Ginoginelli. Ia merupakan anjing yang sangat hebat, bagi beberapa orang yang jarang melihatnya pastilah akan berkomentar bahwa ia memiliki kemampuan yang sangat fantastis.
Pemilik yang sebelumnya telah mengasahnya menjadi anjing yang kuat, dan pejuang yang tangguh. Pemilik memutuskan tidak ingin bersamanya lagi. Janko secara sosial sangat baik, ia hidup dengan beberapa anjing jantan lain.
Jogi kemudian memolesnya dengan menambahkan pengetahuan-pengetahuan baru. Kurang lebih Jogi menghabiskan 9 bulan untuk mendidiknya. Hasilnya seperti sekarang yang terlihat Janko telah berubah menjadi anjing penggembala modern yang bisa memutuskan apa yang harus dikerjakannya. Dahulu ia menggigit segalanya.

DGH: Bagaimana kriteria anjing penggembala yang modern itu?
J.S: Saya hanya sedikit paham tentang opini anjing penggembala modern itu.
Saya hanya dapat mengatakan, apa favorite kami di OG Köeln-Poll, para anjing pastilah sudah harus terlatih. Kami juga membutuhkan anjing yang dapat bersosialisai dengan baik. Ketika saya dan anjing saya akan berjalan-jalan ke dalam hutan disana rencananya ia akan bermain dengan Labrador atau dengan seekor Boxer, ternyata kami bertemu dengan anjing-anjing yang kelaparan dan sangat tidak terlatih dan bahkan ganas. Saya tidak pernah tahu mana anjing yang sudah terlatih, dan mana yang masih buas jika tidak memperlihatkan perilakunya. Anjing yang terlatih secara baik pastinya akan tahu kapan harus bersikap ramah dan garang ketika perlombaan.

DGH: Ginoginelli adalah cerita sukses dari program yang anda lakukan, dan anda menjadi juara nasional 2011. Apakah itu sudah anda prediksi sebelumnya?
J.S: Tidak sama sekali. Saya hanya ingin mengulangi penampilan di kejuaraan BSP dengan hasil yang lebih baik. Bahkan saya sangat tegang di kejuaraan itu. Tidak terlintas sedikitpun saya yang akan menjadi juaranya. Saya mencoba keluar dari ketegangan selama pertandingan degan mencoba rileks, sauna, bermain golf dan banyak tertawa. Dukungan tim yang solid dan sistem yang stabil juga saya rasa adalah faktor keberhasilan saya. Saya berterima kasih kepada saudara perempuan saya Charlotte Wagner Allemann dan Urs Alleman.

DGH: Bagaimana setelah kejuaraan?
J.S: Responnya sangat baik. Saya juga mendapatkan ucapan selamat dari banyak professional dogsport. Saya sangat bergembira. Ucapan selamat tidak henti-hentinya. Luar biasa!
Banyak yang juga berkomentar bagaimana saya bisa berhasil dengan Ginoginelli, ada yang mengatakan saya membeli anjing yang memang sudah terlatih, menyakitkan memang, namun masih lebih banyak yang berpikir positif dengan beropini bahwa anjing betina ataupun jantan sama saja, pembentukan karakter dan skill akan sama baiknya jika pelatihnya memiliki kemampuan yang baik juga. Hal itu cukup menyejukkan bagi saya.

DGH: Apakah anda masih ingat dengan kejadian di 2010 ketika Gino meninggalkan helper yang menjadi target serang?
J.S: Keadaannya berbeda. Bagi kami berdua semua adalah proses. Gino adalah anjing jantan yang aktif, tempramen dan berkemauan kuat. Bagaimana caranya agar saya bisa mengeluarkan potensi yang ada pada Gino, cengkraman yang tepat sasaran dan fokus yang lebih baik. Hasilnya adalah apa yang disaksikan di lapangan ketika tes sedang dikerjakan. Sangat berbeda Gino yang dulu dan sekarang, sekarang hanyalah hujanan applaus dan pujian ketika dia beraksi.

DGH: apakah Gino memang memiliki minat di bidang dogsport ini? karena terlihat ia melakukannya dengan sangat sempurna.
J.S: Agak sulit bagi saya untuk mengatakan ia melakukannya dengan sempurna. Gino agak kaku ketika diawasi oleh Juri dan banyak lensa kamera yang menyorotnya. Walaupun demikian Gino tetap harus mengerjakan tugasnya.
Saya kurang setuju dengan pendapat yang mengatakan Gino beruntung dengan apa yang didapatnya, menurut saya hal tersebut memang pantas didapat oleh Gino setelah latihan panjang yang telah dilaluinnya.

DGH: Anda tidak terus melatih Ginoginelli?
J.S: Tidak, ia akan pensiun. Usianya enam tahun dan telah berlatih selama dua tahun terakhir. Akan tetapi setahun ke belakang adalah tahun yang sangat keras dengan latihan dan binaan. Kami telah bekerja dengan Jogi sejak 1996. Lima, enam tahun terakhir sangat melelahkan. Mungkin bagi yang melihatnya semua sangatlah mudah. Jogi berhasil meraih runner-up dan juara, dan Tobias sebagai runner-up. Keberhasilan ini karena disiplin yang kuat dari tim kami. Dengan Gino juga saya rasa adalah berkat kerja keras kami dan tim, saya harus bangun setiap jam 5 pagi, belajar mencari jejak dan rutin setiap hari selama 45 menit bersepeda mendampingi Gino berlari.
Jelas sudah pada saat kejuaraan untuk mendapatkan respek yang baik kami harus berkonsentrasi pada tugas mencari jejak, yang mana pada dua kejuaraan terakhir adalah titik lemah kami.

DGH: Apakah pelatih-pelatih anjing yang lain juga menghabiskan waktunya untuk mengasah kemampuannya?
J.S: Setiap tahun saya pasti mengikuti seminar yang dibawakan oleh pelatih anjing lainnya, diantaranya Peter Scherk dan Florian Knabl, Knut Fuchs dan lainnya. Saya selalu mendapatkan referensi dan ilmu-ilmu yang sangat baik dari kesempatan itu. Dari seminar-seminar itu pun saya mengetahui bahwa mereka pun terus meningkatkan kemampuannya, menjaga fisiknya, anjingnya dan terus melatih kemampuan agar sempurna.

DGH: Pantas saja jika pelatih anjing yang baru sulit untuk meraih podium juara.
J.S: Maksud anda kecil kemungkinan untuk pelatih baru meraih podium?

DGH: Pelatih-pelatih anjing yang masih baru tentunya akan sangat minim pengalaman, secara psikologis juga ketika mereka berhadapan dengan yang lebih senior dan berpengalaman ada semacam rasa tidak yakin untuk mengalahkan para pesaing yang jauh lebih berpengalaman.
J.S: Menurut saya yang terpenting bagi tiap pelaku olahraga anjing adalah tim yang solid dan kerjasama yang baik harus dimiliki. Perjalanan kami dalam olahraga anjing ini pun sudah berjalan kurang lebih delapan sampai sepuluh tahun, di tahun pertama sampai ke tiga merupakan masa pembelajaran yang penting.

DGH: Olahraga ini adalah olahraga amatir, akan tetapi usaha yang kalian lakukan sangatlah besar dan menghabiskan banyak waktu.
J.S: Dahulu ketika saya bersama Drechsler apa yang saya kerjakan sangat buruk, beruntung Drechsler mengajarkan saya banyak hal, seperti pengetahuan medan, latihan yang terus dan konsisten, pengetahuan yang saya dapatkan saya terapkan dengan Gino saat ini.
Ketika pelatih berharap anjingnya bisa beraksi maksimal, mereka bisa melihat bahasa tubuh dari anjing yang mengatakan mereka siap tempur. Pelatih juga mengeluarkan banyak tenaga, biaya dan pikiran untuk melatih anjingnya dengan baik. Memang sangat banyak pengeluaran, akan tetapi usaha yang sedikit akan memberikan hasil yang juga sedikit bukan?

DGH: bagaimana dengan Babesiosis?
J.S: Saya memeriksakan Gino dan melakukan cek darah di rumah sakit, hasilnya semua baik. Saya agak khawatir ketika wabah ini menyebar, karena pada saat itu Gino sedang berada di Ukraina tempat mewabahnya penyakit ini.

DGH: Sejak Januari ada urutan peraturan yang baru, bagaimana anda menyikapinya?
J.S: Saya juga harus menyesuaikan latihan saya dengan ketentuan yang baru itu, berlatih maju ke depan dan mundur ke belakang. Perkembangannya baik, setelah duduk-berdiri dikuasai dengan baik, ke depan dan ke belakang mulai terbiasa. Kemungkinan juga para juri harus mulai membiasakan diri untuk memberi nilai pada kategori ini.  Saya berharap kategori ini digabung dengan tugas membawa, ketika membawa dumble.
Saya juga sangat bergembira ketika para pelatih anjing semakin mahir dengan tugas yang diberikan, sebagai contoh ketka harus melompati papan lompat standar 1.00m dengan mudah ditaklukan, sehingga penilaian ditentukan berdasarkan ketinggian, semakin tinggi lompatan semakin baik nilai yang dihasilkan.
Beberapa jenis tugas memang dirasakan sulit, si anjing dan pelatihnya harus melakukan 40-50 kali tugas kepatuhan. Pelatih harus bisa memotivasi dan memonitor kondisi anjingnya ketika melakukan tugas yang relative berat.
Tugas mencari jejak juga semakin variatif, petugas akan terus merubah pola yang diberikan sehingga para anjing benar-benar harus mengandalkan insting dan skillnya untuk menyelesaikan tugasnya. Tidak juga ditentukan urutan apakah harus menyimpan dulu benda yang telah ditemukan, atau terus membawanya sambil melanjutkan tugas. Saya rasa lebih baik diperjelas mana yang harus dilakukan step by step. Menyimpan benda setelah ditemukan atau terus membawanya dan terus mencari untuk dikumpulkan di akhir tugas.

DGH: Menurut anda bagaimana solusinya?
J.S: Perlu ada contoh sebelumnya tentang tugas ini, menyimpan dulu atau terus mencari.

DGH: Pendapat anda tentang keputusan yang dibuat Juri?
J.S: Sejauh ini baik. Para Juri sangat teliti ketika melakukan tugasnya. Memang setiap Juri memiliki cara tersendiri ketika memberikan penilaian, seperti saya ketika menjadi Juri, harmonisasi gerakan dan perintah serta urutan yang dikerjakan menjadi nilai penting.

DGH: Setiap Juri memiliki pendapat sendiri-sendiri, apakah itu menjadi masalah dalam penilaian?
J.S: Manusiawi menurut saya, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, akan tetapi standar baku penilaian telah ditentukan. Tentunya setiap Juri pasti akan bijak dalam memberikan penilaian, mereka akan adil ketika memberikan penilaian, karena jika penilaian yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang terlihat pastilah penonton atau si pelatih sendiri yang akan memprotesnya.

DGH: Penutup yang baik. Kami ucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbincang dengan anda.

Daftar Komentar

#1 tommy - 2012-04-18 18:22:42
Benar2 artikel bagus, mudah2an bisa menjadi pembelajaran...

Pak Liman saya ada pertanyaan awam mengenai working dog, apakah memang utk memilih anakan anjing pekerja itu harus dari bloodline working dog? Apakah tidak ada kemungkinan anjing pekerja bagus itu kita dapat dari indukan yg biasa-biasa aja? Kalopun indukannya dua-duanya bagus utk anjing pekerja tidak otomatis anakannya sama bagusnya seperti induknya bukan? Nah, saya jadi berpikir kalo misalnya dua-duanya indukannya biasa aja knp tidak mungkin utk mendapatkan anakan yg bagus? Apakah memang tidak pernah ada yg seperti itu pak liman? Kebetulan saya baru punya herder di rumah msh usia 2 bulan. Setelah membaca2 tentang working dog saya pikir sangat kecil kemungkinan atau bahkan mustahil bagi anjing saya utk menjadi anjing pekerja yg bagus? Karena saya belinya dari breeder showline bkn working line, tp indukannya jantannya impor yg (hanya) lulus scHh1 sedangkan workingline biasanya sampai scHh3...


#2 Liman - 2012-04-19 12:21:10
@tommy: iya, kalau mau cari working dog, dari darah working. mau show line, lebih baik dari show line. (kita berbicara tentang GSD )
kemungkinan sangat kecil, bisa dibilang tidak mungkin. karena indukan yang biasa-biasa ini bukan satu generasi, tapi dah ratusan generasi, kalau dibilang, sudah berlapis-lapis. karena show line, mereka utamakan anatomi. kerja iya, bisa saja, semua anjing mau kerja, drivenya, nervesnya, tidak diutamakan. sehingga mau dapat yang drive dan nerves bagus, sangat susah.
Anda benar bahwa kedua indukan bagus utk working dog, anaknya belum tentu dapat yang bagus, apalagi kalau mereka dari yang bukan working. Dari beberapa generasi yang kurang bagus saja, untuk dapat working dog yang bagus dari working dog line saja kita harus adu nasib.
Oleh karena itu, seorang breeder, haruslah mengerti anjing yang akan dia biakan. Sih breeder harus tahu kemampuan kerja anjingnya, garis darah yang ada, dia handle anjingnya, dia tahu persis karakter dan temperamen anjingnya, persentase dia mengerti akan kualitas anakannya lebih tinggi dibandingkan breeder yang hanya biak, atau hanya beli betina atau jantan, dan kawinkan saja.
Kalau baik jantan maupun betina itu dihandle, dibawa, dilatih, oleh breeder, kemungkinan pengetahuan akan latar belakang anakan yang dihasilkan lebih jelas.
Anjing pekerja yang bagus, ini sering buat orang tidak jelas. Harus sangat di detailkan kita berbicara tentang kerja seperti apa.
Perlu anda ketahui, banyak anjing show line (mereka di jerman panggilnya high line), yang sch3, KKL1, show performance VA, HD/ED normal, ZW dibawah 75, apakah ini working line? tidak.
line itu artinya generasi, nah moyang kedua garis darah yang berbeda.
Perhatikan saja, karena begitu ketatnya darah itu (line tersebut) hingga begitu jelas bisa kita lihat dari bentuknya (kadang2).
Sekarang mereka disana ingin mendapatkan yang punya bentuk anatomi bagus, ukuran sedang, tapi bisa bekerja dengan baik, artinya drive, nerves, temperamennya tinggi. (kembali lagi, mereka akan perlu waktu yang lama)
Kembali lagi, bila anda punya anakan dari working line, dan garis darah bagus, saya juga tidak tahu apakah dia akan jadi anjing pekerja seperti yang anda harapkan atau mungkin malahan jadi momok bagi anda.
karena anjing kerja, yang punya drive, nerves, karakter dan temperamen tinggi, bila tidak dilatih, bayangin sendiri, anak super aktif, dikurung dalam kamar 2 x 3 meter, ""STRESS""!!
Dan kembali lagi akan terjadi, indukan top, working line, super line, dan anaknya jelek. Padahal masalah ini datang dari environment dan shaping yang dia dapatkan.
Jadi saran adalah sebelum beli, pelajari, tanya, kunjungi club, kunjungi ujian atau kejuaraan karya guna, kunjungi show, dan dari sana informasi semua ada, tinggal anda putuskan, mau anjing seperti apa yang akan dipelihara.
Dan sebagai penghobi, saya selalu memberitahukan bahwa "berhenti bermimpi"
Seekor anjing hanya akan dinilai cara kerjanya dari cara dia dilatih, genetik yang dia miliki, lingkungannya, treatement yang dia terima, semua akan jelas begitu anjing tersebut ikut ujian.
Baik itu dia dipelihara dari anakan, ataupun dia dipelihara dari dewasa. Contoh: seekor anjing IPO3, dan kita bilang juara di satu negara, belum tentu setelah kita pelihara, pasti jadi juara di negara kita. Belum tentu, karena beberapa faktor diatas yang sangat menentukan.
Semoga bahasan yang sederhana ini bisa memberi masukan yang berguna.

Salam, Liman


Masukkan komentar anda

Nama:
E-mail:
Komentar:
Kode :
  
 
http://www.blackheads.biz


Advertisement

http://www.hundehardware.com
http://www.belicoff.com
http://www.oceank9training.com
http://www.osterburg-quell.de
http://prostaffteam.com/Prostaff/Willkommen.html
Contact Us
SENTUL CITY
Jl. Bukit Topaz No. 30
Bukit Golf Hijau 16810
INDONESIA

Online Support :
 
T : (021) 8796 2606
M : 0812.8290.8888
F : (021) 8796 2453
E : info@blackheads.biz

© 2009 - 2014 blackheads.biz