BLACKHEAD's KENNEL Terakhir diubah: 08 September 2014   
 
Headline News
RESERVASI SEGERA ANAKAN MALINOIS BLACKHEAD
2014 YEAR END WORKING DOG SEMINAR (01.09.2014)
SOSIALISASI & LATBER PERKIN PUSAT (15.07.2014)
Articles
PERATURAN AGILITY TERBARU DARI FCI
PERATURAN IPO TERBARU DARI FCI
INFORMASI PENTING PERUBAHAN PERATURAN FCI UNTUK ANJING KERJA
Last Comment
  erica yolanda / answered - 2014-09-10 13:12:43
@erica: kadang
selanjutnya...
 
  addy / answered - 2014-09-05 13:17:36
@add: mix yg pa
selanjutnya...
 
  Nadya / answered - 2014-09-04 07:49:24
@Nadya: jewel t
selanjutnya...
 
  chy sumual / answered - 2014-09-03 11:24:43
@chy: sudah die
selanjutnya...
 
  michelle / answered - 2014-08-31 23:29:15
@ michelle: hal
selanjutnya...
 
  choki/answered - 2014-08-27 17:07:55
@choki: apa yan
selanjutnya...
 
  Hendri S. Wongso - 2014-08-20 12:40:28
Thanks Bro. San
selanjutnya...
 
  tantri / answered - 2014-08-19 19:42:55
@tantri: anakan
selanjutnya...
 
 
News

FCI IPO WORLD CHAMPIONSHIP 2011 (11.09.2011)

Click to EnlargeGalleryDokumen PDF

Theo Sporrer juara dunia FCI 2011. Bersama Dunja von Hornbachtal asal Munchener keluar sebagai Juara Dunia dengan score 291 poin dari empat keikutsertaannya pada kejuaraan dunia FCI.

Kejuaraan dunia FCI ke 22 IPO berlangsung dari tanggal 8-11 September 2011 di stadion Jahn Rhein. Siegfried Sandmann, Wilfried Schpermeier, Eberhard Uekotter dan Ferdinand Tammen beserta 130 pekerja berkolaborasi mempersiapkan kejuaraan dunia yang benar-benar indah. Hampir tidak ada yang perlu dikritik: tidak ada masukan dan harga makanan yang moderat, komentator stadion yang ramah dan kompeten, toilet secara rutin dibersihkan dan banyak lagi fasilitas terbaik yang disediakan untuk para peserta dan pengunjung yang tinggal. Yang kurang memuaskan adalah situasi tempat parkir. Hal ini bisa dipahami karena Rhein merupakan stadion yang indah ditengah-tengah kota, yang mana lahan memang terbatas, oleh karena itu para pengurus memesan bis yang memberikan pelayanan antar jemput.

Kadang ada beberapa hal yang tidak jauh berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, seperti stages yang sulit dijangkau. Hal tersebut sebaiknya lebih dipikirkan karena peserta kejuaraan yang selalu ingin langsung memarkir kendaraan di stadion dan di lapangan parkir Rhein yang privat.

Tentu segala sesuatunya tidak ada yang sempurna, begitu juga kali ini. Orang dapat mengkritik penyajian acara, pengelolaan yang terlalu lama dan tidak ada tradisi perpindahan antara bendera FCI pada Negara tuan rumah berakhir menjadi kejuaraan dunia FCI. Jadwal merupakan tuan dari acara, ketepatan waktu perlu diperhatikan. Para juri berupaya rapat di Rhein mengamati jadwal. Kedua juri di stadion menentukan skor nilai untuk setiap exercise. Bagaimana ia memastikan hal ini, sayangnya masih samar-samar. Hal itu tidak dapat diterima karena sebuah kejuaraan dunia menonjolkan strategi latihan dan demonstrasi. Contohnya: Banyak pelatih anjing melakukan tikungan kecil pada rangkaian bebas, yang berpengaruh negatif terhadap skor. Hanya saja, jika juri tidak dapat menjelaskan hal ini, pelatih dan pemilik anjing seperti tidak dapat menghormati keputusan juri.

Sekitar 4500 penonton datang pada akhir pekan di stadion, berharap disediakan pertunjukan yang baik dan tontonan pertandingan yang sukses menyumbangkan hujan applaus. Martin Meier dari tim jerman memecahkan skor juara dalam waktu singkat kejuaraan ini membawa kesenangan yang luar biasa. Adrenalin saya bergejolak. Suasana disini sangat luar biasa..!!

35 negara (Ukraina tidak ikut serta) mengirim 126 pelatih anjing dalam kompetisi ini. Membawa 68 anjing gembala jerman, 55 Malinois, 2 anjing moncong besar dan 1 Rottweiler.

Simon Kwak menilai pada fase mencari jejak. 62 diantaranya mendapat 54 vorzuglich Skor tertinggi 100 poin didapat Andreas Hauk dari Austria besama Egoist vom Satanberg.

Jos Mondot dari Luxemburg menilai pada fase kepatuhan. Ia menjadi juri sejak 1985 di FCI dan 1992 di SV. Ia dapat memberikan 3 vorzuglich seluruhnya merupakan pelatih anjing Jerman.

Seperti yang telah ditulis, Mondot tidak boleh membahas mengenai demonstrasi. Dengan top skor yang diraih Robert Parak dan Theo Sporrer ia mengabaikan bukti, bahwa ia menilai dengan seksama dan teliti. Predikat award dapat dimengerti. Jos Mondot sangat bersahabat, wawancaranya pada majalah ini lebih lepas. Anda dapat menemukan hal itu pada berita di internet kami (user: leser, password: Rambo).

Pierre Wahlstrom dari Swedia juara kejuaraan dunia WUSV 2007 menjadi juri pada pada fase proteksi. Pria 41 tahun yang berpengalaman di pasukan swedia pada bagian pengadaan dan pengujian anjing ini menjadi juri di Rhein dengan motivasi yang tinggi akan anjing-anjing terlatih. Wahlstro tidak banyak bicara, ia lebih banyak bekerja dengan catatannya dan total lima tugas proteksi ia berikan predikat vorzuglich.

Wahlstrom membawa asistennya Jan Adammer (21 tahun, 1,88m, 81 Kg) dan Bjorn Reckmann (26 tahun, 1,86m, 105Kg). tidak banyak yang berkomentar dengan keputusannya, karena kedua orang ini memang terlatih dengan baik.

Jan Adammer pada sabtu malam terkilir dan pada keesokan harinya digantikan oleh Bjorn Giesen. Tentang Bjorn, rasanya tidak perlu diceritakan panjang lebar lagi; sangat berpengalaman dengan kejuaraan olahraga anjing. Juri Pierre beropini tentang fase proteksi: anjing-anjing harus mengakhiri fase proteksi dengan lima langkah bebas.

Aira, satu-satunya anjing Rottweiler di daftar peserta berasal dari norwegia bersama pelatihnya Trond Otter Johansen. Pada fase mencari jejak keduanya menghasikan 81 poin, pada fase kepatuhan mendapat 83 poin. Fase proteksi dimulai Aira dengan pengawasan dan gonggongan yang keras. Akan tetapi setelah itu menunjukkan kelemahannya, ia tidak melakukan pengintaian terhadap targetnya, berhenti ketika tugas pengambilan belum selesai, dan tidak melepaskan gigitan sampai dengan tiga kali komando diberikan. Untuknya 61 poin.

Juara dunia FCI 2003 dan 2005 Mario Verslijpe (Belgia) datang dengan anjing berusia tiga tahun Hasco van de Duvetorre untuk pertama kalinya di kejuaran bertaraf internasional. Kepatuhan dimulainya dengan urutan yang baik. Si anjing berada dalam posisi dan kondisi yang baik. Tiga posisi dilakukan dengan cara yang berbeda: duduk dengan perlahan, berdiri dan menggonggong dengan cepat. Hasco harus berusaha keras menunjukkan cara berjalannya. Tugas membawa dilakukan dengan baik, kayu yang dibawa dipegang dengan kuat. Perjuangan yang ulet dan diakhiri dengan posisi duduk cukup baik. Hasco sedikit tidak konsentrasi dengan aba-aba yang diberikan dan hanya duduk diam selama masa tunggu. 90 poin untuknya. Setelah itu Verslijpe mendaftarkannya ke paramedik karena sakit dan tidak meneruskan perlombaan.

Juara ketiga FCI tahun 2010 Massimo Floris (Italia) menempatkan dirinya bersama E.T der Sonne entgegen pada posisi ke 29. 97 poin berhasil dikumpulkan tim ini. Fase kepatuhan tidak dapat dikerjakan dengan baik. Ada beberapa bagian tugas yang terlewat, beruntung 87 poin masih dapat diraih. Hasil lebih baik diperoleh E T. pada fase proteksi. Ia menunjukkan motivasi yang tinggi, kepatuhan yang baik, posisi jaga dan gonggongan yang meyakinkan. Gigitannya baik, namun kurang kuat, kurang sigap ketika mengawal si pawang juga membuatnya kehilangan poin. 90poin. Ini adalah kali keempat baginya mengikuti kejuaraan serupa, dengan hasil posisi ke 26, 5 dan posisi terbaik yang berhasil diraih adalah ke 3.

Martin Maier dan anjingnya Devon vom Lappwald berada di posisi ke 24. Nilai terbaik diperoleh dari hasil fase mencari jejak dengan 98 poin. Martin:tugas mencari jejak sangat nyaman saya kerjakan. Anjingku melakukannya dengan tenang dan intens. Hanya 2 kesalahan kecil dibuatnya. Pada bagian pertama ia melewatkan plastik biru yang sebenarnya adalah objek pencarian, dan yang mengurangi nilainya juga karena ia merubah temponya.

Pada tugas ketangkasan Martin berjuang meredam tempramen anjingya. Ketika disuruh meletakkan benda, si anjing malah pergi meninggalkannya. Tidak kalah penting ketika menutup aksinya, si anjing tidak melakukan sikap penutupan. Pada tugas ini kategori yang di dapat adalah baik.

Pada tugas membawa kali ini si anjing tidak dapat menunjukkan performa terbaiknya. Memang si anjing terlihat bersemangat ketika mengerjakan tugasnya, membawa dumble dengan cepat dan mantap menuju pawangnya, sedikit saja kesalahan yang dibuatnya. Pada tugas pertama sikap duduknya terlihat baik, posisi ketika kembali dari pengambilan dumble terlihat lambat. Lompatannya cukup lumayan ketika membawa kembali dumble, namun tetap terlihat kurang sempurna. Devon juga terlihat melakukan kesalahan dengan mengacuhkan aba-aba yang diberikan. 84 poin.

Martin : pada fase kepatuhan saya tidak bisa dengan baik mengontrol anjing saya. Ia masih belum terlalu jinak dan saya juga tergolong pelatih anjing yang belum berpengalaman. Pada tugas pengambilan dan pengembalian kembali dumble ia cukup baik menurut saya. Juga dengan tugas membawa ketika ia mendampingi saya mengerjakan tugas yang diberikan.

Fase proteksi dimulai Devon dengan serangan yang masih kurang tepat sasaran, sedikit saja kurang dari sempurna. Si anjing terlalu sering melihat ke tempat persembunyian helper, namun hanya mengabaikannya. Terhadap aba-aba Devon merespon dengan lamban, seharusnya ia lebih tanggap. Pengejaran dibarengi dengan gigitan yang kurang tenang. Selanjutnya tugas yang sama dikerjakan lebih tenang dan terlihat gigitan yang lebih fokus terhadap target. Selama tugas pengawalan balik terlihat jelas jarak yang diambil oleh Devon terlalu jauh. Serangan ditanggapi oleh si anjing dengan cengkraman yang kuat, terjangan yang kurang baik dan serangan di lengan dari atas yang salah. Ini harus diperbaiki oleh Devon di kesempatan berikutnya. Percobaan selanjutnya Devon berhasil memperbaiki penampilannya dan lebih sedikit melakukan kesalahan. 93 poin.

Dua anjing jenis Riesenschnauzer (moncong besar) ikut serta pada kejuaraan ini, salah satunya yang dibawa oleh Larisa Tsvetkova dari Rusia; Lex vom Hatzbachtal tidak dapat menghindar dari pengejaran helper pada fase proteksi. Anjing jenis yang lainnya menunjukkan kelas yang leih baik. Bernhard Reinelt (Austria) bersama anjingya Grande con todos los Santos menempati posisi ke 12 pada klasemen akhir. 96 poin dihasilkan dari fase mencari jejak. Pada fase kepatuhan Grande menunjukkan pekerjaan yang solid , menyenangkan dan aktif serta sedikit kesalahan yang diperbuat, seperti gigitan yang kurang kuat ketika membawa dumble atau posisi akhir yang salah. Kesalahan terbesar yang dibuat adalah ketika menunjukkan urutan bebas. Bernhard bersiap-siap untuk melakukan manufer yang kedua namun Grande malah bergerak ke arah sebaliknya. Itu adalah kesalahan pergerakan. Selanjutnya si anjing sudah menyadari kesalahannya dan tidak melakukan kesalahan lagi (baik). 92 poin, dan penonton pun meberikan applaus atas usaha yang telah dilakukan.

Pada fase proteksi tim ini berhasil mendapatkan predikat Sehr Gut. Grande melakukan pergerakan mencari tempat persembunyian target dan menyerang dengan segera dan meyakinkan dan sedikit mengerang. Pengejaran target diakhiri dengan gigitan yang baik pada lengan target. Pengawalan balik diakukan Grande dengan posisi yang benar dan baik. Secara keseluruhan penampilan Grande, cengkraman yang kuat dan tenang, fokus yang baik dan tenang dan fase proteksi yang sedikit cela. 91 poin.

Florian Knabl (Jerman) berhasil bersama anjing Malinois Yannik von Bonum Bono di tempat ke 10. Fase mencari jejak sekali lagi menjadi problema bagi mereka, Florian:sebenarnya Yannik dan saya sangat menikmati proses pencarian, namun sayang ada satu bagian yang terlewat. Apa boleh buat? 88 poin.

Fase kepatuhan dimulai Florian dan Yannik dengan urutan yang bagus. Si anjing sangat fokus berdampingan dengan pawangnya. Tiga urutan tugas selanjutnya dilakukan dengan sangat cepat. Yannik dengan cepat, dan gigtan yang mantap berhasil membawa dumble besar (sangat baik).

Sedikit kurang sempurna pada pengambilan dan lompatan di fase kepatuhan. Tugas membawa dumble fase kedua kurang optimal. Fase selanjutnya dikerjakan dengan baik, sambil melewati rintangan yannik berhasil membawa kembali dumble yang dilempar. Florian:menurut pandangan saya semua yang dilakukan yannik pada fase kepatuhan sudah cukup bagus, sangat teratur dan harmonis.

Yannik harus melakukan serangan yang cepat, tepat dan stabil pada tugas berikutnya. Yannik melakukan penyerangan ringan kepada helper pada awalnya. Selanjutnya yannik menunjukan serangan yang penuh kekuatan, enerjik dan gigitan yang penuh. Florian mengerjakan tugas penjagaan pada level : Lets get ready to rumble!

Pada saat melalui tempat persembunyian ketika melakukan pengejaran Yannik menunjukkan kemampuannya. Si anjing sangat menonjol. Juri Wahlström mengamati pada fase tersebut sedikit saja cacat pada sikapnya. 97 poin.

David Huber juga dengan anjing Malinois bernama Heavy vom Further Moor, berhasil menempati posisi ke delapan. Mereka adalah pasangan terbaik dari tim Swiss. 97 poin mereka dapat dari fase mencari jejak, 93 dari fase kepatuhan.

Heavy terlihat sangat giat, cekatan dalam mengerjakan setiap tugas pada fase kepatuhan, dan sedikit melakukan kesalahan. Ia melakukanya dengan bergembira dan penuh konsentrasi (sangat baik).
Duduk mengambil posisi dan berdiri setelah beberapa langkah dilakukan dengan cepat. Si anjing menghampiri pawangnya dengan segera dan anggun. Pada tugas membawa, dumble dibawa Heavy dengan cepat dan meyakinkan, kemudian menyerahkan kepada pawangnya dengan sedikit lompatan yang mengesankan. Melewati halang rintang juga dilakukan heavy dengan lincah dan cepat. Tugas melewati halang rintang menghasilkan nilai.

Pada fase proteksi si anjing sangat enerjik dan bersikap sempurna pada setiap tugas penjagaan. Setelah pengejaran yang panjang heavy mendapatkan buruannya dan menyerang dengan gigitan dan cengkraman yang baik, namun sayang kurang kuat. 91 poin.

Awal yang baik diperoleh oleh Juergen Schwendinger dan anjingnya Yackson de Villalazan dari Austria pada kejuaran ini. Mereka menempati posisi ke enam. Pada fase mencari jejak mereka menghasilkan nilai 95 poin. Pada fase kepatuhan dua poin lebih rendah. Sedikit saja kesalahan dibuat pada empat bagian tugas pertama, dengan kategori nilai yang dihasilkan sangat baik. Tugas membawa adalah tugas yang terburuk dari tugas-tugas yang terbaik yang telah dikerjakan oleh Yackson. Sikap dasar ketika mengawali tugas membawa tidak dimulai dengan tenang, kurang fokus dan terkesan buru-buru. Lompatan melewati rintangan yang dilakukan oleh Yackson terlalu jauh dari sasaran. Pada tugas ini ia menghasilkan memuaskan saja.

Fase proteksi dilakukan oleh Yackson juga dengan memuaskan, penuh energi, kokoh dan mantap. Pencarian target dimulai dengan lompatan yang mengesankan. Namun, serangan dan cengkramannya menjadi tidak kencang ketika mendapatkan targetnya. Tapi itu hanya sedikit kekurangan saja menurut juri.

Hampir semua bagian dikerjakan oleh Yackson dengan baik sesuai dengan arahan dari sang pawang. Pada puncaknya Yackson menunjukan serangan yang cepat, kencang dan dengan cengkraman yang sangat kokoh, seolah-olah ingin menunjukkan kepada juri itu adalah kemampuan sebenarnya.

Pada tugas pengawalan, keduanya bersinergi dengan baik. Petugas mulai menggangu keduanya dan Yackson bereaksi dengan baik. Ia menjaga pawangnya dengan menggonggong kepada helper dan mulai melancarkan serangan. Gigitan kuat dan sulit dilepaskan. Penonton dibuat terpukau dengan penampilan terlatih ajing empat tahun itu yang baru pertamakali mengikuti kejuaraan internasional seperti ini.

Si pawang merasa senang, dia berkata : untuk penampilan pertama internasionalnya Yackson menampilkan performa yang sangat baik. Pada fase kepatuhan saya rasa kami berada di atas angin. Saya gembira dengan hasil ini, persiapan yang kami lakukan bersama tim tidak sia-sia. Kejuaraan ini juga diorganisir dengan baiknya, kami pasti akan datang lagi tahun depan. 94 poin.

Posisi ke lima ditempati oleh Sari Niiranen dari Finlandia. Anjing Malinoisnya Ruutipussi DUkko memperoleh 96 poin dari mencari jejak dan dengan meyakinkan dalam meraih poin pada fase proteksi. Si anjing menunjukkan cengkraman dan gigitan yang kuat. DUkko berlaku sempurna ketika menggigit target. Ia menjaga jarak serang ketika mengawasi targetnya.

Penampilannya terus membaik, pada tugas kembali membawa barang temuan ia mencengkram bawaan dengan kuat untuk diserahkan kembali, menyusuri kembali jalur untuk kembali dari tempat pencarian dan mengakhiri dengan lompatan cepat ke pelatihnya. 96 poin.

Pada fase kepatuhan 91 poin berhasil diraih. DUkko beraksi dengan tenang dan kondisi baik, namun banyak melakukan kesalahan kecil, sehingga ia harus memperbaiki penampilannya pada bagian lain seperti duduk, berdiri dan menggonggong harus dilakukan dengan sempurna.

Dua tugas membawa dumble dikerjakan dengan baik. dumble DUkko dibawa dengan yakin dan penuh konsentrasi menuju pawangnya. Kurios: anjing itu sudah berlatih dengan baik cara mengembalikan dumble yang dibawa. Ada kejadian yang cukup menghibur ketika DUkko mengambil dumble dari tikungan sebelah kiri dan melemparnya kesebelah kanan dan ia berjalan menuju arah sebaliknya. Patut diberikan apresiasi yang telah dilakukan oleh DUkko.

Presentasi terbaik pada fase kepatuhan dikerjakan oleh tim dari Robert Parak beserta anjingnya Finni von Brunnenstadt. Mereka memulai tugas dengan urutan yang harmonis. Si anjing dalam kondisi prima penuh perhatian. Gerakan-gerakan yang dilakukan cenderung berbeda dengan peserta lain. Sikap duduk dilakukan oleh Finni dengan perlahan namun sempurna, peletakan dan proses kembali juga baik, dan ketika berdiri fokus penuh tidak terlepas dari sikap Finni kepada pawangnya.

Mereka telah melakukan tiga bagian tugas membawa dengan sangat baik, dumble dibawa dengan tenang dan tanpa cela. Beberapa meter dari garis akhir pada saat membawa dumble yang besar Finni memperlambat Tempo. Kemudian melompati tembok halang rintang dengan lompatan yang baik. Si pawang hanya sedikit memberi instruksi melewati papan A. Ia sangat mandiri dalam melakukan tugas-tugas yang diberikan, namun demikian nilai yang baik berhasil diraih. Juri Jos Mondot sangat takjub melihat itu dan memberikan poin 97. Semua setuju dengan keputusan itu, Juri Jos, penonton, dan Robert sebagai pelatih.

Pada tugas penjagaan finni juga menunjukkan performa terbaiknya. Si anjing berusaha dengan keras pada bagian penggigitan, segera melepaskan ketika diberikan tanda, dan melanjutkan tugas berikutnya. Cengkraman dilakukan dengan penuh dan kuat setelah pengejaran panjang, sedikit mengurangi nilai karena kurang tenang pada pekerjaannya sehingga nilai maksimal hanya 96 poin.

Kesempatan yang baik datang pada kamis pagi ketika mencari jejak. Robert : Finni kurang sempurna pada artikel yang kedua sehingga kami kehilangan 94 poin.

Posisi ke tiga ditempati oleh Sharon Ronen (israel) bersama anjingnya Sam Beit Haboxer Mehagiva. Fase mencari jejak menghasilkan 98 poin untuk keduanya. Ketangkasan dimulai dengan sebuah urutan yang penuh ketelitian. Sam sangat sedikit membuat kesalahan. Posisi awalan yang baik dilakukan dengan cepat dan pasti. Ia berlari dengan cepat menghampiri pawangnya dan mengakhiri tugas yang dikerjakan dengan posisi duduk yang sangat anggun. Setelah tiga kali melemparkan kayu yang dibawa sam juga menunjukkan kemampuannya melewati gawang. (sangat baik).

Dengan beberapa langkah sam mampu melewati tembok miring, si anjing berjalan dengan cepat dan segera memposisikan diri pada tempatnya (sangat baik). 94 poin. Pengejaran yang stabil dengan pengawasan yang tajam pada setiap tempat persembunyian, kemudian serangan yang cepat ke helper dan memulai penyerangan ke bagian tangan, dan kemudian menggonggong dengan kuat.

Si anjing mengambil posisi jaga dengan jarak yang agak jauh dari pelatihnya ketika melakukan penjagaan. Sam menunjukkan kekuatannya dalam tugas menjaga dengan menunjukkan cengkraman yang kuat, namun ia tidak bisa melakukannya untuk semua kondisi ketika melakukan tugas penjagaan. Pada tugas pengawasan si anjing menggonggong kepada helper dengan sangat enerjik, mengeram dan dengan ringan terus menebarkan ancaman pada bagian tangan si helper. Namun pada tugas penjagaan yang terakhir ia sedikit kurang tenang. 96 poin.

Runner up kejuaraan ini adalah Edgar Scherkl (Jerman) dengan anjingnya Cayman vom Adlerauge. Fase mencari jejak diakhiri dengan baik oleh keduanya. 97 poin. Pada minggu pagi di stadion, tepatnya pukul 07:22 Edgar dan Cayman menunjukkan pekerjaan yang harmonis dan cantik pada bagian kepatuhan, yang menunjukkan kelasnya. Si anjing selangkah lebih maju, berjalannya penuh tujuan dan dengan penutupan yang baik. Kejuaraan ini mungkin akan menjadi yang terakhir bagi Cayman, beruntung ia bisa menunjukkan performa terbaiknya. Secara keseluruhan penampilannya sangat baik. Pada saat hari terakhir Cayman harus mengandalkan instingnya untuk mengerjakan tantangan melewati papan lompatan karena posisinya sedikit berubah. Cayman berhasil, lompatan balik dan genggaman Cayman pada dumble sangat tenang. Setelah tugas selesai dikerjakan juri memberinya nilai 96.

Dengan kondisi hujan yang sangat deras dan badai tim ini harus menyelesaikan fase proteksi. Edgar dan Cayman memulai bagian ini dengan tiga hasil memuaskan. Kewaspadaan, pengawalan balik dan serangan pada saat pengawalan balik dengan nilai sangat baik. Pada fase penjagaan si anjing mengawasi dan mencengkam dengan tidak terlalu kuat. Pada pengawalan balik ia mengawasi dengan baik dan menggonggong dengan tenang, dan serangan pada pengawalan balik dapat diatasinya dengan mudah. Bagian kedua dimulainya dengan cengkraman yang kuat, dan pengamatan yang tajam seakan tidak ada cacat pada tugas yang dikerjakan. 97 poin.

Kurang beruntung, atau hanya kebetulan saja Edgar Scherkl dengan total 290 poin berhasil dikalahkan oleh Theo Sporrer. Ia bersama anjingnya Dunja von Hornbachtal yang terkenal dengan nilai-nilai yang bagus namun sering melakukan kesalahan. Cara berjalannya terlihat tidak meyakinkan, Theo : sungguh ini adalah sebuah situasi yang baru bagi kami, saya belum pernah berlomba dengan anjing betina.

Fase mencari jejak dilakukan pada hari sabtu siang dan dengan hasil yang menakjubkan 99 poin. Theo : saya sangat bangga dengan Dunja, langkah demi langkah dilewatinya secara teliti dalam mencari jejak. Pada persembunyian pertama ia segera menemukan targetnya, mengidentifikasi kepala yang menyembul dari sudut persembunyian dan kemudian segera mengidentifikasi bagian paha dari si petugas. Saya pikir nilai 100 akan diberikan, namun Juri menjelaskan tidak ada yang sempurna termasuk si anjing pasti ada sedikit kekurangan,oleh karena itu 99 poin diberikan.

Pintu masuk ke stadion sangat ditata dengan baik. Theo : "saya sempat berpikir untuk berlatih memantapkan gerakan atau tidak, keadaan cuaca sangat tidak menentu. Saya khawatir cuaca terlalu panas dan Dunja hanya punya sedikit waktu untuk beristirahat. Maka kami putuskan untuk memulai tugas-tugas tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, dan saya pikir itu adalah keputusan terbaik.

Kepatuhan dimulai Dunja dan Theo dengan penampilan yang memukau, si anjing melakukannya dengan motivasi yang sangat besar dan penuh konsentrasi. Theo dan Dunja bermain cantik dengan tugas mengambil dumble dan proses pengembalian dumble yang dilempar, semua dilakukan tanpa cela. Para penonton memberikan apresiasi yang besar untuk itu. Predikat sangat baik. Perintah duduk dan berdiri dilakukan dengan cepat dan stabil, setelah selesai Dunja memposisikan dirinya tepat disamping si pawang. Sekali lagi pekerjaan yang sangat baik. Penonon bereaksi dengan sikap berdiri Dunja, ia berdiri melangkah empat kali dan segera menghampiri pawangya dan kemudian duduk tenang. Theo : saya merasa bersalah karena memberikan komando yang salah, tapi beruntung Dunja melakukan yang harus dilakukan.

Tiga tugas membawa juga dilakukan dengan sangat baik, dumble besar yang menjadi objek untuk dibawa dapat ditaklukan Dunja. Dia bawa dumble tersebut dengan kuat dan tetap stabil ketika melakukan posisi duduk. Ia juga berhasil dengan baik melewati rintangan dengan membawa tongkat yang digigitnya. Ketika menyerahkan tongkat kepada pawangnya dan menutup aksi juga dilakukan dengan tenang dan gigitan yang mantap pada tongkat yang dibawa. Segera setelah sampai dekat sang pawang ia meletakkan tongkat itu dengan bersih. 97 poin.

Dunja memulai fase penjagaan satu jam setelahnya, serangannya menakjubkan. Dia segera memasang posisi menyerang helper, menggonggong keras dan menggigit lengan helper dengan kuat. Sekitar 15 detik setelah mendapat komando memeriksa tempat persembunyian berikutnya Dunja langsung bereaksi, ia terus menggonggong dengan stabil dan menunjukkan tempat yang benar di mana target bersembunyi. Theo : detik-detik itu sangat menegangkan, karena saya hanya melakukan berdasarkan insting dan tanpa perhitungan, tapi lagi-lagi Dunja mampu memberikan performa terbaiknya. Serangan dari helper dapat dihindarinya dan sampai waktu untuk menyerang dan melepas target semua dilakukan dengan baik . Tugas pendampingan juga dilakukan tanpa kesalahan, semua komando dilakukan dengan baik.

Pada tugas ini Theo dan Dunja memperoleh nilai 95, dan tentunya nilai yang dihasilkan olehnya melebihi yang diperoleh Edgar dan Cayman dan menjadikannya juara pada kejuaraan ini. Edgar : saya tidak kecewa dengan hasil ini. Di sini di Rhein berjalan kepatuhannya yang sangat indah. Menurut Cayman hal itu cukup sulit, ia melalukan penutupan dengan gerakan kaki . Ia tampak aktif kali ini dan benar melakukan komando dengan mata yang terbuka. Itu merupakan pemikiran objektif saya.

Tentunya semua orang menginginkan menjadi juara disebuah kompetisi, tapi dengan tujuan yang sama hanya akan ada satu juaranya. Hal itu tergantung bagaimana pelatih melihat pekerjaannya. Karenanya terkadang orang mendapatkan keberuntungan dan kemalangan. Jika dari posisi ke dua dari sebuah kejuaraan dunia ia kecewa dan kehilangan motivasi, itu sangatlah naif. Saya dan anjing saya sangat sering dan intensif bekerja. Saya mendapatkan hasil yang menyenangkan dan Theo memberikan kemenangan dari hati.

Skor tim yang didapat oleh tim dari Jerman dengan 868 poin, dari Austria 839 poin dan Finnlandia dengan 834 poin. Kejuaraan dunia FCI 2012 akan diselenggarakan di Hungaria.

Oleh Juergen Rixen dari Majalah Der Gebrauchshund Magazine nr.4/2011

Daftar Komentar

Belum ada komentar

Masukkan komentar anda

Nama:
E-mail:
Komentar:
Kode :
  
 
http://blackheads.biz/puppies.html


Advertisement

http://www.hundehardware.com
http://www.oceank9training.com
http://www.osterburg-quell.de
http://www.belicoff.com
Contact Us
SENTUL CITY
Jl. Bukit Topaz No. 30
Bukit Golf Hijau 16810
INDONESIA

Online Support :
 
T : (021) 8796 2606
M : 0812.8290.8888
F : (021) 8796 2453
E : info@blackheads.biz

© 2009 - 2014 blackheads.biz